Tampilkan postingan dengan label mushola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mushola. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

Sandal dan Mesjid


Kalau melihat dari judul sepertinya tidak ada hubungannya antara sandal dan mesjid, tapi kalau teringat kata "kehilangan" pastilah semua orang tahu, apalagi bagi mereka yang pernah kehilangan sandal di mesjid.

Memang sangat ironis, Mesjid yang di peruntukan untuk menjalankan ibadah atau kegiatan Islam lainnya bisa dijadikan ajang maksiat bagi sebagian orang, entah sengaja atau tidak telah terbukti dan dirasakan.

Bermula dari menengok saudara yang selesai operasi caesar di Rumah Sakit di Subang. pas waktu magrib tiba saya beserta istri menunaikan ibadah sholat magrib berjamaah di mesjid lingkungan Rumah Sakit. Tapi begitu kagetnya setelah selesai sholat sandal yang baru berumur sebulanan raib entah kemana, dicari kemana-mana hilang tanpa jejak dan akhirnya menyerah saja sandal sudah hilang ya mau apalagi beli yang baru saja dari pada pulang "nyeker" alias tanpa alas kaki .... itu merupakan pengalam pertama kehilangan sandal di mesjid .....

Pengalaman yang kedua ; saat tugas di cepu jateng kebetulan pas datang ke cepu hari jumat pagi dan kebetulan juga saya tugas malam, jadi bisa menunaikan sholat jumat di dekat rumah kontrakan. Kebetulan juga saya tidak bawa sandal dari rumah sekalian saja membeli sandal baru di cepu yang kebetulan tidak jauh dari rumah.

Waktu sholat jumat berakhir, saya berjalan mendekati lokasi dimana sandal saya di parkir, begitu sampai ke tempat sandal sudah raib yang ada sandal yang sudah kucel dan lama dan warnanya sama, saya hanya berbaik sangka saja mungkin itu salah make atau bagaimana sandal sudah hilang ya sudahlah, pake saja sandal kusam itu tengah hari yang terik lumayan kalaau tidak pakai sandal.

Demikian sekilas pengalaman pribadi semoga saja tidak terjadi pada saudara semua, intinya kalau ada penitipan sandal pergunakanlah jasa itu, jangan ambil resiko, tapi kalau tidak ada jasa penitipan kembalikanlah niat kita semoga mendapat pahala yang setimpal amin. Wallahu'alam bishowab.

Rabu, 11 Januari 2012

Sajadah


Sajadah (dalam Arab, سجادة sajjāda atau musallah, dalam Persia: جانماز Janamaz) adalah alat yang terbuat dari kain yang biasanya memiliki gambar dan corak bernafaskan Islam. Sajadah digunakan kaum Muslim untuk menjaga agar tetap terjaga kebersihannya ketika melaksanakan shalat. Sajadah pada umumnya memiliki ukuran yang cukup besar untuk mengkover seluruh bagian tubuh ketika melakukan sujud agar tetap bersih selama shalat. (http://id.wikipedia.org/wiki/Sajadah)

Sebagaimana biasanya mesjid jami di kampungku hanya penuh pada hari jum'at saja untuk melaksanakan ibadah sholat jumat. Selebihnya hanya satu baris saja tidak penuh. Waktu itu mesjid yang sudah cukup mewah untuk ukuran sebuah kampung lantainya sudah keramik mengkilat, ada dua baris karpet hijau menghiasi shaaf depan, shaaf ke dua biasanya baru di gelar kalau sholat jum'at saja, mungkin sayang karena jemaah sholat fardu tidak sampai 2 shaaf.

Begitu kalau hari jum'at tiba cukup banyak jemahan yang beribadah dengan berbagai macam sajadah mereka gelar, untuk menutupi lantai keramik yang dingin. Dengan berbagai ukuran pula sajadah yang mereka bawa. Ada yang ukurannya panjang dan lebar melebihi yang lainnya ada yang kecil pula. dengan begitu maka shaaf yang mereka laksanakanpun tidak sesuai dengan perintah sholat berjamaah karena adanya kesenjangan atau ukuran yang berbeda dari setiap sajadah yang mereka bawa.

Karena lantai yang masih keramik cukuplah alasan untuk mereka yang membawa sajadah dan sayapun juga demikian adanya. Waktu berjalan bulan berganti tahun, kabar berita bahwa lantai masjis akan di belikan karpet tebal karena mendapat bantuan dari sebuah perusahaan swasta.

Alhamdulillah karpetpun sudah di beli dan sudah mulai di pakai kalau sholat jumat dan ada kegiatan lainnya, tapi yang menjadi pertanyaan saya sementara karpet tebal sudah ada kenapa orang-orang masih membawa sajadah mereka dan memakainya diatas karpet itu. Sementara itu juga shaafnya sama saja seperti dahulu. karpet hijau dengan motif yang bagus tertutup dengan beraneka warna sajadah yang berbagai ukuran itu.

Apakah ini akan terus berlanjut? sampai kapan? bahkan para pengurus DKM-nya saja melakukan hal yang sama dengan jemaah yang lainnya. wallahu alam bishowab .